Ini Alasan KPU MInahasa Undang Pers dan LSM pada Sosialisasi Pemilu

Ini Alasan KPU MInahasa Undang Pers dan LSM pada Sosialisasi Pemiluby Redaksi Realitaon.Ini Alasan KPU MInahasa Undang Pers dan LSM pada Sosialisasi PemiluTONDANO, REALITA – Bertempat di Rib’s Cafe, Tondano, Jumat (8/3), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Minahasa menggelar sosialisasi dan pendidikan Pemilu. Menariknya, sosialisasi kali ini menghadirkan Pers, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Organisasi Masyarakat (Ormas) Adat sebagai peserta. “Sengaja kita memberikan sosialisasi dan pendidikan Pemilu bagi Pers, LSM dan Ormas Adat karena ketiga kelompok ini […]

TONDANO, REALITA – Bertempat di Rib’s Cafe, Tondano, Jumat (8/3), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Minahasa menggelar sosialisasi dan pendidikan Pemilu.

Menariknya, sosialisasi kali ini menghadirkan Pers, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Organisasi Masyarakat (Ormas) Adat sebagai peserta.

“Sengaja kita memberikan sosialisasi dan pendidikan Pemilu bagi Pers, LSM dan Ormas Adat karena ketiga kelompok ini dinilai memiliki peran di masyarakat dan dapat menjadi relasi positif dalam mensosialisasikan Pemilu kepada masyarakat yang lebih luas,” kata Ketua KPU Minahasa Lord Malonda, S.Pd saat memberikan sambutan

Dikatakan Malonda ketiga pihak ini diharapkan dapat membantu KPU dalam mengawal jalannya Pemilu Pilpres dan Pemilu Legislatif tahun 2019.

“Diharapkan dapat membantu KPU dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat agar terlibat dalam Pemilu Serentak 2019, dengan menyalurkan hak suaranya,” imbuhnya.

Sementara Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdakab Minahasa Dr Denny Mangala SH MSi, yang hadir mewakili Bupati Minahasa Ir. Royke Oktavian Roring M.Si sekaligus sebagai narasumber, menyampaikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa mendukung penuh KPU Minahasa untuk suksesnya Pemilu 2019 ini.

“Salah satunya dengan memberikan pelayanan terhadap masyarakat yang membutuhkan perekaman dan penerbitan KTP Elektronik hingga hari pencoblosan melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil,” paparnya.

Mangala mengatakan untuk perekaman e-KTP hingga saat ini telah mencapai 99 persen.

“Namun, hingga 17 April nanti, pasti masih ada pemilih pemula yang akan genap 17 tahun dan berhak memilih. Makanya, kami tetap memberikan pelayanan penerbitan e-KTP untuk kebutuhan di TPS nanti sebagai daftar pemilih khusus,” urainya.

Ia berharap keterlibatan Pers, LSM dan Ormas dapat meningkatkan partisipasi masyarakat, khususnya mereka yang sudah berhak memilih.

“Karena ni menjadi tanggung jawab kita bersama,” tukasnya.

Komisioner KPU Minahasa Devisi Teknis Penyelenggaraan Kristoforus Ngantung, S.Fil mengungkapkanb KPU Minahasa menargetkan tingkat partisipasi masyarakat dalam menyalurkan hak suaranya pada Pemilu ini bisa signifikan.

“Dari target nasional sebesar 77,5 kami menargetkan partisipasi masyarakat bisa mencapai 85 persen,” tandasnya.

Optimisme itu, lanjutnya,  didasarkan atas semua program dan upaya yang telah dilakukan.

“Apalagi dengan adanya keterlibatan Pers, LSM dan Ormas Adat,” jelasnya.

Pada segmen lain, Ngantung menjelaskan perihal jumlah kertas suara dan kotak suara serta warna kertas suara yang akan digunakan pada Pemilu tahun ini.

“Warna Abu-abu untuk pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, warna Merah untuk pemilihan Dewan Perwakilan Daerah, warna Kuning untuk Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, warna Biru untuk DPRD Provinsi dan warna Hijau untuk DPRD Kabupaten/Kota,” ulasnya.

Komisioner KPU Minahasa Divisi Perencanaan dan Data Lidya Malonda memaparkan tentang kategori pemilih.

“Kategori Pemilih untuk Pemilu tahun 2019 ini antara lain, Daftar Pemilih Tetap (DPT), Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) dan Daftar Pemilih Khusus (DPK),” terangnya.

DPT yakni pemilih yang telah terdaftar pada TPS di mana yang bersangkutan akan menggunakan hak pilihnya. DPTb adalah pemilih yang telah ada di DPT pada TPS sebelumnya namun karena keadaan tertentu tidak dapat memilih di TPS dimaksud dan memberikan suara pada TPS lain yang dituju dilain daerah atau lain tempat.

“Dan untuk DPK adalah pemilih yang memiliki identitas kependudukan KTP atau Suket, tetapi belum terdaftar dalam DPT dan DPTb,” tuturnya.

Narasumber lainnya Markus Louis Wantania (mantan Bawaslu Minahasa Utara) menjelaskan peran organisasi budaya dan Pers dalam rangka Pemilu serentak tahun 2019.

“Salah satu indikator Pemilu berkualitas adalah berjalannya tahapan pelaksanaan secara kondusif, aman lancar dan terkendali. Itulah sebabnya Pers memiliki peran penting dalam mewujudkan Pemilu aman ini dengan pemberitaan-pemberitaan yang mendidik dan menyejukkan,” tukasnya.

Terry

banner 468x60

Related Posts